Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

[ARTIKEL] SILATURAHMI PEMBELAJARAN

Dalam kehidupan manusia harus mampu meningkatkan kualitas dirinya baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun kepribadiannya. Bentuk usaha dalam meningkatkan kualitas diri itu disebut dengan pendidikan.
Pendidikan pertama kali didapatkan oleh seseorang dilingkungan keluarganya, dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, peran dari keluarga sangatlah menentukan keberhasilan seorang anak dalam meningkatkan kualitas dirinya.
Namun pendidikan di dalam keluarga tidak akan pernah cukup untuk meningkatkan kualitas diri dari seorang anak, anak harus juga mendapatkan pendidikan yang lebih luas cakupannya dari luar keluarga.
Sekolah merupakan tempat untuk memfasilitasi anak dalam mengembangkan kualitasnya dan unsur utama dalam pedidikan di sekolah adalah peran pendidik atau guru. Dimana guru sebagai fasilitator bagi para peserta didik dalam memperoleh pengetahuan. Demi  menghasilkan peserta didik yang berkualitas, maka pendidik atau guru sudah sewajarnya mempunyai kapasitas unggul dalam proses mentransfer pengetahuan kepada para pesera didik.
Dalam proses transfer ilmu ini akan sangat sulit jika tidak adanya peran dari berbagai pihak l. Demi tercapainya tujuan seperti yang dihadapkan maka harus adanya kerja sama antara masyarakat serta tenaga kependidikan. Selain itu didalam struktur internal tenaga kependidikan pun harus dibangun kerja sama yang baik untuk merealisasikan tujuan tersebut.
Lesson study atau disebut silaturahmi pembelajaran merupakan model pembinaan profesi pendidik yang digagas oleh Sumar Hendayana, PH.D dan Dr. Aep Supriatna. Model pembinaan profesi pendidik ini berbasis kearifan lokal Jawa Barat silih asah, silih asih dan silih asuh. Saling belajar dengan kasih sayang dan saling peduli.
Dalam penelitian tersebut diugkapkan bahwa para guru memerlukan pembinaan berkelanjutan untuk  meningkatkan kemampuan dalam repersonalisasi dan sekontektualisasi konten serta memprediksi dan mengantisipasi respon siswa.
Bagaimana program ini berjalan?
         Kepala sekolah sebagai leader dalam pembinaan profesi guru, harus memfasilitasi para guru untuk bermusyawarah seminggu sekali pada hari MGMP sekolah. Misalnya, hari senin pertemuan guru matematika, sabtu untuk guru olah raga, dst.. dalam pertemuan tersebut, guru saling berkolaborasi memilih topik kajian berdasarkan kurikulum, mengkaji materi secara mendalam, mengkontekstualkan meteri untuk pembelajaran dan antisipasi respon siswa.
      Menjadwalkan guru-guru untuk membuka kelas sesuai jam pelajaran dan menghadirkan guru-guru yang tidak mengajar pada waktuitu untuk menjadi observer. Fokus observasi adalah bagaimana siswa belajar bukan pada bagaimana guru mengajar.
        Setelah pembelajaran maka diadakan diskusi untuk merefleksi efektivitas pembelajaran yang dipandu oleh kepala sekolah atu pengawas.
         Kepala sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai penjamin mutu pembelajaran.

Sekolah-sekolah yang konsisten melaksanakan kegiaan Lesson Study (Silaturahmi Pembelajaran) telah menarik perhatian pengambil kebijakan pendidikan dari mancanegara unuk berkunjung. Berikut adalah sekolah-sekolah yang menerapkan Lesson Study dan telah dikunjungi oleh pejabat pendidikan dari mancanegara:
         SMPN 1 Cisarua Kabupaten Sumedang
         SD Kencana 3 Kota Bogor
         SMPN 4 Sumedang
         SD Gagas Ceria Kota Bandung
         Sekolah BPI Kota Bandung


Oleh :
Widia  Damayanti

Dikutip dari : Seminar Inovasi Pendidikan (Bandung, 06 Desember 2016)



Bandung, 26 Desember 2016 (Mhyn/A)
Published: By: Unknown - 08.22.00